Sabtu, 16 April 2011

cn blue

http://youtu.be/0t43muZbq4A?hd=1

Konsep Bermain dan Belajar

Sebagian besar orang dewasa membedakan konsep bermain dan belajar dan memisahkan antara kedua aktivitas tersebut. Belajar adalah sesuatu yang serius dan bermain adalah sebaliknya. Meskipun demikian sebenarnya, konsep bermain dan belajar tidak perlu dipertentangkan karena bagi anak-anak belajar dapat dilakukan dengan bermain. Anak-anak dan orang dewasa belajar dan bermain sepanjang waktu sepanjang tentang kehidupannya. Tiap manusia berkembang dalam hidupnya sebagian besar dipengaruhi oleh kegiatan bermain. Belajar dapat dilakukan dengan berbagai cara. Belajar dapat dilakukan dengan melihat, mendengarkan, membaca, menyentuh, membaui, bergerak, berbicara, bertindak, berinteraksi, merefleksi, dan bahkan dengan bermain. Belajar juga dilakukan di setiap waktu baik pagi, siang, sore, maupun malam. Pendek kata kapan saja, dimana saja manusia dapat belajar. Belajar dapat diartikan sebagai suatu aktivitas yang ditunjukan oleh perubahan tingkah laku.
Untuk mencapai perubahan tingkah laku dari tidak tahu ke tahu dan tidak terampil ke terampil misalnya manusia tidak harus duduk di belakang meja untuk belajar manusia perlu melakukan berbagai aktivitas. Bagi anak - anak belajar dapat dilakukan dengan bermain. Aktivitas bermain itulah sesungguhnya yang merupakan sarana belajar anak, artinya anak-anak belajar melalui kegiatan bermain.
Ada beberapa teori yang menjelaskan bagaimana anak belajar. Berikut ini disajikan teori konstrustivistik, dan teori multiple intelligences. Kedua teori tersebut dipilih karena dipandang memiliki kaitan yang erat satu sama lain, yakni bahwa belajar bukanlah proses yang pasif. Belajar adalah proses aktif yang menuntut peran aktif setiap anak.
a. Teori konstruktivistik
Menurut pandangan konstruktivistik, belajar merupakan suatu proses pembentukan pengetahuan. Dalam belajar konstruktivistik guru atau pendidik berperan membantu agar proses pengkonstruksian pengetahuan berjalan lancar. Guru dituntut untuk lebih memahami jalan pikiran atau cara pandang siswa dalam belajar. Pendekatan konstruktivistik menekankan bahwa peranan utama dalam kegiatan belajar adalah aktivitas siswa dalam mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. Segala sesuatu seperti media, peralatan, lingkungan, dan fasilitas lainnya disediakan untuk membantu pembentukan tersebut. (Budiningsih, 2005:59).
Dengan kata lain siswa diberikan kebebasan untuk mengungkapkan pendapat dan pemikirannya tentang suatu yang dihadapinya. Dengan cara itu siswa akan terbiasa dan terlatih untuk berpikir sendiri, memecahkan masalah yang dihadapinya, mandiri, kreatif, dan mampu mempertanggung jawabkan pemikirannya secara rasional.
b. Teori multiple intelligence
Menurut teori multiple intelegences anak belajar melalui berbagai macam cara. anak mungkin belajar melalui kata kata, melaui angka-angka, melalui gambar dan warna, melalui nada- nada suara, melalui interaksi dengan orang lain, melalui diri sendiri, melalui alam, dan mungkin melalui perenungan tentang hakikat sesuatu. Meskipun demikian anak pada umumnya belajar melalui kombinasi dari beberapa cara. Setiap anak juga memilki berbagai cara untuk menjadi cerdas.
Setiap anak adalah unik. Setiap anak memilki kecenderungan cara belajar yang tidak selalu sama. Kegiatan belajarpun dapat dilakukan dengan berbagai aktivitas. Suatu materi pembelajaran dapat dipahami dari berbagai cara.
Ada beberapa strategi dasar dalam kegiatan pembelajaran untuk mengembangkan kecerdasan ganda, yaitu :
a) Awakening intelligence ( activating the sense and turning on the brain). Membangunkan/ memicu kecerdasan, yaitu upaya untuk mengaktifkan indera dan menghidupkan kerja otak.
b) Amplifying intelligence ( Exercise & strengthening awakened capacities). Memperkuat kecerdasan, yaitu dengan cara memberi latihan dan memperkuat kemampuan membangunkan kecerdasan
c) Teaching for/ with intelligence ( structuring lessons for multiple intelligences). Mengajarkan dengan/ untuk kecerdasan, yaitu upaya-upaya mengembangkan struktur pelajaran yang mengacu pada penggunaan kecerdasan ganda
d) Transferring intelligences ( multiple ways of knowing beyond the classroom). Mentransfer kecerdasan, yaitu usaha memanfaatkan berbagai cara yang telah dilatihkan di kelas untuk memahami realitas di luar kelas atau pada lingkungan nyata. ( Budiningsih, 2005:117).
Bermain tentunya akan memberikan dampak yang luar biasa bagi perkembangan kejiwaan, kecerdasan, keterampilan, dan kesantunan anak, apabila guru mengajar di kelas melalui permainan. Dalam permainan, tidak hanya inti pelajaran saja yang dikembangkan, aspek kesantunan, kompetisi, kecepatan, dan keterampilan dapat diraih sekaligus. Pembelajaran melalui bermain akan membantu anak mengurangi stress, dan mengembangkan rasa humornya.
Bagi guru, permainan merupakan kendaraan untuk belajar bagaimana belajar (learning how to learn) untuk kepentingan siswa. Lewat permainan, siswa bertanya, meneliti lingkungan, belajar mengambil keputusan, berlatih peran sosial, dan secara umum memperkuat seluruh aspek kehidupan anak sehingga membuat anak menyadari kemampuan dan kelebihannya.
Guru harus teramat paham bahwa permainan merupakan proses dinamis yang tidak menghambat siswa dalam proses belajar, sebaliknya justru menunjang proses belajarnya. Andaikata ada guru yang menolak terhadap aktivitas bermain siswa, justru ia menghambat kemampuan kreativitas siswa untuk mengenal dirinya sendiri serta lingkungan hidupnya. Hanya saja, proses pembelajaran melalui permainan perlu diarahkan sesuai dengan kebutuhannya.
Bermain merupakan hal yang paling disukai siswa. Bagi mereka, bemain adalah tugasnya. Melalui bermain, banyak yang dipelajari siswa. Mulai dari belajar bersosialisasi, menahan emosi, atau belajar hal lain yang semuanya diperoleh secara integrasi. Perlu diketahui bahwa :
a. Anak belajar melalui berbuat ( learning by doing)
Dengan diberi kesempatan untuk selalu mencoba hal-hal baru, bereksplorasi, siswa akan banyak memperoleh pengalaman baru, dan inilah yang disebut proses belajar yang sebenarnya. Percobaan IPA, field trip, dramatic play, dan membuat bangunan dengan balok-balok, merupakan hal yang dapat membantu mereka dalam mengembangkan beberapa area perkembangannya.
b. Anak belajar melalui panca indera
Siswa belajar melalui penglihatan, rasa, penciuman, perabaan, dan pendengaran. Semua panca indera ini merupakan jalur penerimaan informasi ke otak. Semakin banyak panca indera dilibatkan, semakin banyak informasi yang diterima, dan disinilah proses belajar yang terjadi.
c. Anak belajar melalui bahasa
Siswa perlu diberi kesempatan untuk mengemukakan perasaan, pengalaman yang diperoleh, atau pikirannya. Guru dapat memicu perkembangan bahasa anak dengan memperlihatkan beraneka ragam tulisan di kelas. Misalnya, tulisan untuk setiap benda-benda yang ada, dan tanya jawab tentang apa saja. Dengan melakukan ini semua, siswa dapat mengembangkan kosa kata dan kemampuan berbahasa secara tidak langsung.
d. Anak belajar dengan bergerak
Usia siswa merupaka usia yang memiliki keterbatasan dalam berkonsentrasi. Semakin lama anak duduk dan diam, semakin bosan dan tidak tertarik terhadap apa yang sedang dipelajari. Siswa perlu dimotivasi dengan menggerakkan seluruh bagian tubuh, seperti tangan, kaki, badan, dan kepala.
(Suyatno, 2009:100)

Jumat, 15 April 2011

untitled part 2

Jus apel yang selalu memabukkan diriku kuanggap belum seberapa... Dahsyatnya.. Bila dibandingkan dengan senyumanmu membuat aku lesu darah. Mataku bener-bener burem, butuh jus apel... “ Minhyuk.....” teriakku “ buatin jus apel dong” pintaku dengan suara yang udah 50;50. “ hyung, aku lagi banyak kerjaan. Buat sendiri dong”. “Minhyuk, kau sudah tak sayang lagi pada hyung mu ini???” aku hampir meneteskan air mata saat mengucapkan kalimat ini.. (yoong lebai ah..^^). “ huft, baiklah hyung..” minhuk berjalan dengan linglung menuju dapur. ( senyum puas... ).

“ Minhyuk, jonghyun kemana?”
“ Jonghyun Hyung katanya lagi ngedate ama Hyo noona..” lanjut minhyuk sambil mengupas apel. “ jadi Cuma diriku yang ga tau kalo jjong udah jadian ama Hyo. Tega kalian...” diriku meratapi nasib. Aku leader di band ini tapi kenapa para dongsaengku seperti tidak menghargai aku...
“ minhyuk-ah.. ternyata seohyun udah punya pacar...” hiks—hiks...
“ selama bendera kuning belum melambai di depan rumah seohyun, kau masih punya kesempatan kok hyung..” wajah minhyuk berubah serius..
“ bendera kuning???” tanyaku dengan wajah tak percaya
“ he-eh bendera kuning hyung, kalo janur kuning kan itu lagunya ikke nurjanah. Udah pasaran banget tu.” Minhyuk menjelaskan dengan hati suka cita.
“ adowww,,,” teriak minhyuk seperdetik kemudian karena merasakan dahsyatnya jitak-kan ku. “ kalo bendera kuning artinya seohyun mati tau!!!” . aku jadi tambah bete denger kata-kata minhyuk. Minhyuk kayaknya udah tertular virus “H10710” dari jungshin. Virus aneh yang sampe saat ini belum ketemu obat penawarnya, tapi udah ketauan penyebabnya. Yaitu keseringan ngobrol ama jungshin. Jadi kesimpulannya untuk menghindari virus ini sebaiknya anda jangan dekat-dekat dengan Jungshin.. ( hahaha, maaf buat para Untouchable Goddeses^^ Bow..)

TBC lagi... maaf... hehehe

imutnya...

minhyuk imut banget deh... melting jadinya...

I'm with you

I’m with you

Ya aku tak akan merasa terluka, ku tak akan kecewa . Walau kau sudah berkali-kali hancurkan aku. Walau cintaku tak terbalas sesempurna yang aku harapkan. Aku tak meminta banyak darimu aku hanya pinta sedikit serpihan hatimu yang telah hancur itu. Aku tau kau sedang terluka sekarang, dia sakitimu lagi bukan? Dia yang kau anggap sebagai orang yang paling mencintaimu ternyata menghancurkan hatimu. Apa itu yang disebut mencintai??. Biarkan aku ambil sedikit serpihan hatimu itu, ku mohon izinkan aku... sedikit serpihan hatimu itu pun sudah cukup untukku. Kau hanya perlu menganggapku sebagai teman.

Huhhh, aku menghela napas panjang. Hari ini kulihat lagi dia menangis. Mengapa sih Kyu tega untuk menyakiti hyun?. Hanya itu yang bisa kupertanyakan. Ya aku sakit melihat hyun menangis. Aku berlari menuju kafe yang ada diseberang jalan itu,tak ku perdulikan klakson mobil dan teriakan dari pengemudi-pengemudi itu. Ku hampiri hyun. Kepalan tanganku semakin kuat ku rasakan. Aku berjalan cepat menuju seorang pria yang telah meninggalkan hyun. Tinjuku tepat bersarang di pelipis dan rahangnynya. Anehnya hyun malah menamparku.
“Hentikan Yong” bentak hyun.
Ku tatap hyun, tak kutemukan jawaban apapun di matanya. Aku melangkah pergi meninggalkan mereka berdua. Apa salahku? Aku hanya ingin kau dihargai hyun, tapi mengapa kau malah menamparku.

Biasanya hyun selalu datang kuliah, tak pernah ia membolos. Tapi seminggu ini dia tak datang. Aku merindukan wajah lugunya. Apa ia masih marah padaku karena memukul kekasihnya malam itu?. Semua kemungkinan yang mungkin terjadi.
Ya aku sangat mencintai hyun. Namaku Jung YongHwa, dan wanita yang ku cintai itu bernama Seo JoHyun. Kami teman sejak kecil. Rumah kami berdekatan. Aku mulai mencintai hyun sejak SMP, aku mulai sadar dengan perasaan itu. Dia selalu dekat denganku, dia selalu bercerita apapun kepadaku. Bahkan dia meminta pendapatku untuk urusan cintanya. Beberapa bulan terakhir ini dia selalu bercerita tentang laki-laki bernama Choi KyuHyun. Wajah hyun selalu nampak bahagia ketika menceritakan kyu, dan ketika hyun bertanya pendapatku tentang Kyu aku hanya bisa tersenyum “ semua terserah kau hyun, asal kau bahagia” kataku saat itu.
Dan inilah akhirnya, malam ketika aku memukul kyu. Aku melihat kyu menampar hyun. Itulah alasanku memukulnya. Tapi hyun malah menamparku. Betapa besar cinta hyun untuk laki-laki bernama Kyu itu, sampai ia tega pada sahabatnya dan orang yang setulus hati mencintainya.

Betapa terkejutnya diriku ketika ku dengar dari umma ku kalau hyun besok akan bertunangan dengan Kyu. Apa yang bisa aku lakukan sekarang. Kalau memang hyun bahagia bersama kyu maka aku pun harus bahagia. Ku kirim pesan melalui sms ke hyun
“ aku menunggumu di taman, datanglah demi sahabatmu.”

Kami duduk dibatu besar yang terdapat ditaman itu. Aku sudah tak tahan lagi menyimpan semua ini. Aku tau kalau cinta tak harus memiliki, aku sudah siap menerima semua konsekuensinya.
“ waeyo yong?” tanya hyun
“ hyun..” suaraku bergetar
“ apa benar kau akan bertunangan dengan kyu?”
“ ne, yong.. mianhae tak memberitahumu..”
“ hyun, aku besok akan pergi dari kota ini.”
“ kemana yong?”
“ ke Seoul, aku rasa disana tempat yang cocok untukku..”
“ kenapa kau mau pindah.”
“ semoga kau bahagia hyun.. doaku selalu bersamamu”
Tak ku jawab pertanyaan hyun itu. Aku beranjak dari dudukku. “ yong...” panggil hyun
Aku tak sanggup menoleh pada hyun.

Pagi – pagi ku sudah berangkat. Umma ku menanyakan alasan ku mau pergi ke seoul secara tiba-tiba. Padahal dulu aku sempat menolak beasiswa ke seoul. Sekarang aku sudah berada di depan rumah hyun, ku tinggalkan sepucuk surat di depan pintu rumah itu, dan berharap seo mengerti perasaanku.

Seoni sahabat terbaikku..

Aku ingin mengungkapkan sesuatu hyun,, selama ini aku sangat sangat sangat mencintaimu hyun. Mencintaimu sebagai seorang laki-laki terhadap perempuan. Aku sangat menyayangimu. Aku tau kau tak punya perasaan apapun padaku. Kau jangan mengkhawatirkan aku hyun. Aku tak akan terluka, aku juga tak akan kecewa, aku juga tak akan pernah berhenti mencintaimu hyun. Walau cinta ini tak terbalas sempurna olehmu, aku terima itu. Aku tak bisa mengungkapkannya secara langsung karena ku pengecut. Ya aku pengecut...

Aku harap kita masih bisa bersahabat. Maaf aku harus pergi, aku hanya ingin melihatmu bahagia hyun. Bahagialah bersama Kyu. Kau harus rajin-rajin tersenyum. Aku sangat menyukai senyumanmu hyun. Jadi tersenyumlah..

Jung Yong Hwa

Satu Tahun Kemudian.
“ yong kau harus pulang, aku tak akan menerima alasan apapun..” ancam noonaku.
“ ya yuri noona... aku pulang,,”
Aku akan bertemu lagi dengan hyun. Semoga kau bahagia selama aku tak ada hyun. Disini aku tlah berhasil menata kembali hatiku. Tapi aku tetap mencintaimu.

Arrrgggghhhhhhhhh...... aku berteriak di taman dekat rumahku di Busan. Ya aku telah kembali ke kampung halamanku. Aku hanya ingin melakukan yang sering kulakukan dulu disini. Berteriak sekencang-kencangnya hanya untuk menghilangkan kekesalan. Tapi kali ini aku berteriak bukan karena aku lagi kesal tapi karena aku merasa sangat tegang jika nantinya harus bertemu hyun lagi, wanita yang sangat kusayangi.

“ kau tak berubah, yong.” Suara wanita yang tiba-tiba mengagetkanku
Aku mengenali suara itu, suara yang tak mungkin kulupakan. “ hyun...”
“ apa kabarmu yong?” tanyanya
“ baik hyun,, kau sendiri?”
“ mana Kyu??”
“ Kyu??” suaranya terdengar lirih.
“ maaf hyun”
“ kau pengecut yong...”
Aku hanya diam mendengar ucapannya...
“ mengapa kau tak pernah bilang langsung kalau kau mencintaiku?”
“ aku...”
“ andai kau bilang dari awal perasaanmu, aku tak akan pernah membuat kesalahan dengan jadian dengan Kyu”.
“ maksudmu??”
“ ya, Yong.. katanya kau pintar, lebih pintar dariku. Ya kan? Masa ini aja ga ngerti..”
“ jadi...!!!”
“ ya Yong, aku juga mencintaimu. Aku sering cerita kepadamu tentang cowok-cowok yang dekat denganku hanya untuk mengetahui perasaanmu padaku.”
“ tapi ternyata kau pandai menyembunyikan perasaanmu yong, aku sampai tak bisa mengetahui kalau kau juga mencintaiku..” lanjut hyun..
“ lalu mengapa kau tak menghubungiku selama ini hyun,,??” mukaku udah merah..
“ aku hanya ingin menguji kata-kata mu yong,, kau bilang kau kan tetap mencintaiku. Jadi kutunggu saat ini..”
“ jadi inilah saatnya hyun... Sarang hae seo jo hyun...”
“ saranghae Jung Yong Hwa”...


Note : rada garing ne FF... tapi ini karya pertamaku yang bisa diselesaikan... ^^

Maaf

“ maaf tapi aku sungguh tak bisa” kataku lirih seraya meninggalkannya sendiri duduk di bangku taman.
“ tapi aku sungguh menginginkanmu” Teriaknya
Aku terus berjalan menuju kampus dengan pikiran yang bercabang.
Bagaimana bisa aku menerimanya menjadi namjachingu ku? Dia adalah sahabatku. Aku tau segala sifat jeleknya. Tak ada sedikitpun perasaanku padanya. Ya hanya sebatas teman.
“ Hyun... tunggu” suara teriakan itu sudah sangat kukenal, ya dia adalah shin hye teman sekelasku dan sahabatku.
“ kenapa jalanmu terburu-buru??” tanyanya. “hari ini kelas dibatalkan” shin hye mengabarkan. (halah kayak penyiar aja...^^).
“ baguslah, setidaknya aku tak akan bertemu lagi dengannya hari ini” kataku keceplosan.
“dia siapa??” “aku –kah?” tanyanya beruntun dengan wajah yang cemberut
“ ah bukan siapa-siapa, dan yang pasti bukan kau, shin hye ku sayang.” Ku julurkan lidahku dihadapannya...
“ gimana kalau kita jalan, mungkin kita bisa ke toko buku” ajakku.
“ bolehlah,,” jawab shin hye
Shin hye mengeluarkan handphone dari tasnya. Dia menekan tombol-tombol di alat itu.
“ halo... kyu hyun..” suara shin hye terdengar riang.
“ maukah kau ikut bersama kami ke toko buku” ajaknya..
Ku tarik lengan shin hye ketika dia mengucapkan kalimat itu. “ apa?” tanya shin hye.
“ putuskan teleponmu” bisikku.
Shin hye memutuskan teleponnya.
“ kenapa? Tak bolehkah mengajak kyu?”
“ ah bukan apa-apa, tapi aku hanya ingin jalan denganmu saja. Hari wanita...” ujarku berbohong
Sungguh aku belum ingin menemui kyu. Aku hanya ingin menenangkan perasaanku dulu. Maafkan aku Kyu tak bisa memberi apa yang kau ingin.
Hari ini terasa begitu menyenangkan. Tak bertemu kyu, jalan ke toko buku bersama shin hye hal yang telah lama tak kulakukan karena kesibukan masing-masing dan hal paling menggembirakan hari ini adalah bertemu Yong Hwa. Aku bertemu dia di halte bis sepulang dari toko buku. Ya Yong Hwa namanya. Dia satu kampus dengan ku hanya saja beda jurusan. Sebenarnya dia juga satu sekolah denganku sewaktu Tk, tapi aku tak tahu apakah ia masih ingat denganku. Sampai saat ini aku belum berani untuk menyapanya duluan. Sudah 2 tahun sejak aku kembali bertemu dengannya, aku hanya berani memandang wajahnya. Sewaktu Tk dia pernah menolongku mengambil mangga di halaman sekolah. Aku masih ingat betul saat itu. Aku sangat ingin makan mangga yang ada di halaman sekolah tapi karena aku tak bisa memanjat pohon akhirnya aku coba dengan cara melemparkan batu kebuah mangga. Tapi rupanya lemparanku terlalu keras hingga mengenai kepala salah seorang temanku. Temanku menangis. Yong hwa yang ada di TKP mendekatiku. Ku pikir dia akan memarahiku karena yang terkena lemparan batu adalah teman baiknya. Tapi ternyata dia mengambilkan mangga itu untukku. Dia memanjat pohon demi aku. Orang yang tak pernah disapanya.
“ nih mangganya..” Cuma kata itu yang terlontar darinya.
Sejak saat itu aku selalu memperhatikan dia. Sayang ketika masuk SD dia pindah rumah. Sejak itu aku tak pernah memikirkannya lagi, hingga pada hari masuk kuliah aku kembali melihatnya. Aku ragu apa itu memang dia, aku cari tau sebisaku. Akhirnya aku yakin kalau dia memang Yong Hwa teman semasa TK ku.
Kembali ke Halte bis.
Saat ini sedang hujan, aku duduk di bangku halte. Yong hwa pun duduk di sudut bangku. Bis ke rumahku belum datang. Aku mencuri-curi pandang kepadanya. Sesekali ku lirik dia, dia tampak begitu mempesona. Kulihat yong hwa berdiri. Tidakk, dia bukan hanya berdiri tapi berjalan ke arahku.
“ mian apa kau Seo Joo Hyun??” katanya memulai pembicaraan.
Aku hanya diam..
“ mian apa kau Seo Joo Hyun??” ulangnya
“ ne, aku seo joo hyun..” suaraku bergetar, jantungku tak normal... Arrrghhhh
“ aku Jung Yong Hwa,, apa kau ingat??”
“ teman semasa TK” dia menambahkan
“ ne, aku ingat. Jung Yong Hwa yang menolongku mengambil mangga, bukan”
Dia hanya tertawa. “Ingatanmu tajam, Hyun”. Pujinya.
Dia duduk di dekatku,, jantungku kembali tak normal.. (tolong panggilkan mbah dukun...)
“ apa kabar?” tanyaku memulai pembicaraan.
“ baik, kau banyak berubah Hyun, aku sampai sulit mengenalimu.”
“ masa??”
“ kau juga banyak berubah,” tambahku.
Dia hanya tersenyum...( manezzzzzz...  )
Obrolan kami terus berlanjut ditemani hujan. Aku tiba-tiba sangat menyukai hujan.

Hubungan kami terus berlanjut, dia orang yang baik untuk diajak ngobrol. Aku semakin menyukainya. Sangat menyukainya sekarang. Kami sering menghabiskan waktu bersama untuk membicarakan hal yang kami suka. Dia membicarakan musik dan aku membicarakan buku. Dia tak pernah mengeluh walaupun aku bisa merasakan kalau dia sebenarnya tak mencintai buku sama sepertiku. Dia selalu memberikan respon terhadap semua omonganku. Aku tak terlalu mengerti musik dan dia tak mencintai buku. Kami berbeda. Tapi satu hal yang sama yaitu kami sangat suka olahraga apalagi sepakbola. Walaupun aku tak bisa memainkannya tapi aku suka menontonnya. Dia sering mengajakku menontonnya bermain futsal, wuihhh kalian harus liat bagaimana kerennya dia. Aku sangat mencintainya....
Yong hwa termasuk orang yang mudah bergaul, dia cepat akrab dengan shin hye. Dia ternyata dekat dengan Kyu. Ternyata kyu teman semasa SD Yong hwa. OMG...
Aku belum menceritakan kenapa aku menolak kyu, selain karena faktor yong hwa yang selalu ada dihatiku. Faktor lainnya adalah karena Kyu telah memiliki pacar ketika dia memintaku untuk jadi pacarnya. OMG aku ga mau ngerusak hubungan mereka apalagi pacarnya Kyu adalah teman SMA ku. Kyu bilang dia akan memutuskan Hae Rim demi aku. Dia udah ga waras kayaknya.. Dari segi penampilan Kyu jauh diatas rata-rata ( tapi masih kharismatik Yong hwa lah), dan hae rim jauh lebih cantik dariku. Hae rim lebih lembut, dan lebih segalanya dariku. Aku pernah bicara empat mata dengan Kyu setelah kejadian di taman itu. Aku menanyakan mengapa lebih memilih aku dari pada Hae rim. Dan alasannya hanya karena dia memang tak pernah mencintai Hae Rim. Jadi kenapa mereka harus jadian kalau sebenernya Kyu ga cinta sama Hae rim? Nah yang jadi pertimbangan diriku adalah kalo dia bisa berbuat sesukanya sama hae rim, kemungkinan dia berbuat sesukanya kepadaku juga ada kan?? Aku ga mau...
Aku selalu mencoba menjauhi Kyu, dia mendekat akunya lari, dianya lari aku nya duduk.. ( garing nih authornya...  ). Aku yakin dengan begitu kyu nanti juga akan bosan mendekatiku. Apalagi sekarang ada yong Hwa didekatku. Tapi Kyu juga tak tinggal diam, dia selalu mencoba meneleponku, sms, twitter, fb , yahoo segalanya dia coba untuk menghubungiku, tapi tak ku gubris. Karena ku pikir ini yang terbaik untuk kami berdua.
Sudah satu minggu ini aku tak bertemu yong hwa, kemana dia ? Handphonenya mail box, twitt ga di bales... aku jadi khawatir...
“ Hyun...”
Aku menoleh ke sumber suara. Ternyata Kyu, aku beranjak secepat kilat dari tempatku duduk, tapi gerakan tangannya pun lebih cepat memegang lenganku.
“ aku mau bicara,” katanya
“ aku ada janji dengan shin hye” jawabku berbohong
“ sebentar saja, tak lama.” Pintanya
“ huaaaa, tapi aku bener-bener ada janji dengan shin hye..” rontakku
Dia menarik lenganku. Terpaksa aku mengikutinya. Dia menyeretku ke taman.
“ sekali ini dengarkan aku, aku telah memutuskan hae rim.”
“ mwo?? Kenapa?”
“ karena aku sungguh-sungguh mencintaimu, aku berani bersumpah kalau aku sungguh mencintaimu. “
“ hah???” ekspresi aneh muncul dari ku
“ jadilah yeojachingu ku...!!!”
“ Mian, Kyu.. aku tak bisa.. aku mencintai namja lain.”
“ ???@$^$())”
“ Yong Hwa. aku mencintai dia, bukan kau Kyu.. Mian”

TBC.....

untukmu selamanya Yo~ong

Untukmu selamanya yoong....
Kau orang pertama yang mengenalkan dunia baru yang disebut cinta. Ku tak pernah tertarik sebelumnya terhadap Cinta. Kau orang pertama yang mengenalkanku pada hal-hal baru yang membuat hidupku lebih berwarna seperti pelangi. Hidupku tak lagi hitam putih. Kenangan manis itu selalu tersimpan diseluruh memori otakku. Ternyata cinta tak hanya manis, cinta juga bisa pahit. Cinta tak selamanya berwarna, cinta juga bisa kelam ... Saat kau tak bisa lagi berada disisi ku. Takdir yang membawa kita kejalan ini. Ini takdir kita.
“ hyun, kau mau pesan apa?” suara laki-laki yang hampir satu tahun ini selalu menemaniku membuyarkan lamunanku.
“ ah ne, spaghetti.” Lanjutku.
Lamunanku kembali berlanjut. Spaghetti selalu mengingatkanku akan dirinya, ini makanan favoritnya.
Makan malam yang sunyi. Walaupun kyu oppa ada dihadapanku, tapi aku tak bisa merasakan kehadirannya. Yang ada dipikiranku hanya Yo~ong oppa. Black dragon. Aku masih bisa merasakan kehadirannya di setiap malam ditidurku. Ya 2 tahun yang lalu yoong oppa mengalami kecelakaan. Yang selamat dalam kecelakaan itu hanya managernya. Yoong oppa dan Jong hyun oppa yang juga dalam mobil itu tak bisa ditemukan. Jungshin dan minhyuk selalu menyalahkan diriku atas kejadian ini. Mereka selalu menyebut bahwa kecelakaan ini disebabkan oleh diriku. Kyu oppa orang yang selalu menemaniku sejak saat itu. Semenjak kecelakaan itu tak pernah sedetikpun kyu oppa meninggalkanku. 3 bulan setelah kejadian, kyu oppa melamarku. Tapi aku tak pernah bisa menerimanya. Oenni-oenni ku selalu membujukku untuk menerimanya. Tapi sungguh aku masih bisa merasakan bahwa Yoong masih hidup. Walaupun sampai sekarang, 2 tahun setelah kejadian dia belum bisa ditemukan tapi setidaknya dia masih sangat hidup di hati dan pikiranku. Itulah sebabnya aku tak bisa menerima kyu oppa.
“ untukmu selamanya, Yoong...”
Tak pernah aku mengerti apa yang kini kurasakan. Kegelisahan hatiku saat ini. Kumasih merindukanmu walaupun kini ku tlah bersamanya. Tak pernah ku coba lupakanmu. Sungguh tak bisa, kumengganti dirimu dengan dirinya, sungguh tak sanggup aku berpaling darimu. Sungguh tak bisa ku mencintainya tuk melupakanmu. Sungguh tak sanggup aku berpindah dari hatimu.
Sungguh tak bisa ku mengganti dirimu dengan dirinya. Sungguh tak sanggup aku berpaling darimu.
Tak pernah sedikitpun ku melupakanmu yoong. You’re always in my heart. My knight, my dragon. Aku yakin kau pun juga merasakan hal yang sama denganku. Aku bersamanya bukan untuk melupakanmu. Percaya padaku. Jauh dilubuk hatiku ku yakin kau masih hidup tapi entah sekarang kau ada dimana. Segera kembali yong, hidupku tak sama semenjak dirimu pergi.


Huaaaaa... T.T jelek banget ne FF..hiks